Nyari Teman Jalan Buat Road Trip

Parkir di depan Lake Hawea

Parkir di depan Lake Hawea

Berasa deja vu, tahun lalu saya pernah bikin postingan nyari teman jalan ke Selandia Baru dan sukses road trip di Selandia Baru dengan modal nekad. Tahun ini saya kembali mencari teman hidup jalan yang bisa diajak road trip supaya bisa share cost sewa mobil, bensin dan penginapan. Berhubung kurs dolar amerika dan euro melambung tinggi maka saya mau nggak mau harus mencari alternatif supaya tetap bisa menikmati perjalanan. Tiket sudah di tangan, nggak mungkin juga ngebatalin rencana perjalanan saya.

Kalo kamu cewek, masih lajang, berusia antara 28 sampai 34 tahun, suka berpetualang, nggak manja, bisa diajak hidup kelayapan susah, sedang mencari ide jalan-jalan dan teman jalan bareng, bergabunglah di biro perjalanan kami. Ini kok kayak iklan nyari karyawan baru di koran yak hahaha. Nggak ding, saya cuma lagi nyari teman jalan buat menemani perjalanan saya ke tempat yang baru. Cowok juga boleh banget kok kalo mau ikutan, asal masih lajang yaaa, itu persyaratan mutlak huahahaha. Kalo cowok yang mau ngikut kudu jago nyetir dan kuat disuruh dorong mobil dan gak boleh ngerokok selama perjalanan *kejam*

Nah kalo kamu tertarik buat ngetrip bareng saya, cekibrot yaa..

Ke mana?
Tempat yang nggak kalah indah dengan Selandia Baru

Kapan?
Tepat 3 bulan dari sekarang sudah tiba di meeting point

Berapa lama?
Belum tau, belum dapet tiket pulang, tergantung dapetnya tiket promo super murah

Biaya berapa?
US$6400 kalo ikutan paket tour dari Jakarta, kalo sama saya biayanya bisa ditekan asalkan berani jadi backpacker gembel ngenes :-D

Agenda perjalanan
Road trip keliling tempat terpencil sambil makan kwaci di siang hari kalo tangan gak beku sambil ngegosip barengan 3 cewek lainnya dan mengejar aurora borealis di malam hari kalo aktifitas aurora lagi kuat

Kuota
1 orang, kalo banyak yang mau gabung bisa sewa kendaraan yang lebih besar seperti ini

Muat buat ngangkut banyak orang :-D

Muat buat ngangkut banyak orang :-D

Meeting point
Bandara internasional … *rahasia* :-D Niat gak sih nyari teman jalan

Syarat lain
Visa schengen, ini yang bikin saya deg-degan, semoga visa kita diapprove, amin

**Update 1 Juli 2015, 11.50 WIB
Barusan udah ada yang gabung, lowongan ditutup ya, terima kasih :-)

Berdiam Diri di Lake Gunn

DSC_0018

Lake Gunn

Salah satu cita-cita saya saat melakukan perjalanan ke Selandia Baru adalah hiking, trekking atau sekedar jalan-jalan singkat ke dalam hutan. Saya cuma mau melihat hijaunya hutan yang dipenuhi lumut dan menghirup segarnya udara hutan. Saat mengunjungi Milford Sound yang berlokasi di Fiordland National Park saya nggak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Setelah bermalam di Milford Sound Lodge selama  satu malam, kami melanjutkan perjalanan ke Te Anau. Kami sengaja melakukan perjalanan sejak pagi hari supaya bisa banyak berhenti di spot tertentu yang pemandangannya kecehh. Saat dalam perjalanan dari Milford Sound ke Te Anau saya melihat ke arah sebelah kanan jalan dan sepertinya saya melihat kayak ada jurang yang saaaaangat dalam. Saya ngerasa agak-agak merinding gitu sambil mikir kok bisa ada jurang yang begitu dalam dan curam di pinggir jalan raya. Memang sih di sekitar jalan itu dikelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi tapi masak langsung ada jurang menganga di pinggir jalan. Karena penasaran saya pun langsung memakai kacamata dan betapa malunya saya pada diri saya sendiri, ternyata warna biru gelap yang saya sangka jurang ternyata adalah danau :-D

Setelah melewati danau yang sangat biru dan panjang itu maka kami pun memutuskan untuk putar arah dan mencari jalan masuk ke danau tersebut. Kami menemukan jalan masuk yang dapat dilewati mobil. Jalanan menuju danau bukanlah jalanan beraspal melainkan hanya jalanan biasa. Kerikil-kerikil beterbangan saat ban mobil yang kami tumpangi menginjak jalanan bertekstur kasar tersebut. Setelah mobil yang kami kendarai sampai di bibir danau, kami pun segera memarkir mobil dan keluar untuk menghirup segarnya udara danau di Fiordland National Park. Danau yang saya sangka jurang ini bernama Lake gunn yang terletak di Milford Road, SH94, 78 km sebelah utara Te Anau. Danau yang menurut saya besar ini termasuk danau kecil apabila dibandingkan dengan danau lainnya, danau ini trletak diantara Milford Sounds dan Lake Te Anau.

Saat tiba di sana saya melihat 2 buah campervan, kemudian campervan yang 1 pergi hingga tersisalah 1 campervan yang sedang diparkir di tepi danau beserta sepasang sejoli, sotoyy hehe. Mereka sedang bersantai dan bercanda berdua sambil mengenakan pakaian renang. Sepertinya mereka mau berenang atau berjemur, hmm. Wah dunia serasa milik berdua, kami yang datang ke situ hanya sebagai pendatang. Saya coba sentuh air danau dengan ujung jempol dan ternyata airnya dingin bingitt.

Kami sebenarnya bisa jalan kaki kelilingin sekitaran danau dalam waktu 45 menit, tapi dasar sayanya yang malas, saya cuma berdiam diri di depan danau dan jalan-jalan kecil di depan lake gunn sejenak. Berdiam diri di depan danau ini berasa damai, danau ini seakan hanya milik kami ber-4, milik mereka wahai para pecinta dan milik kami 2 cewek yang lagi galau haha. Saya ngebayangin gimana pemandangan danau ini di musim dingin, mungkinkah air danaunya berubah menjadi es dan gunung di belakangnya menjadi tumpukan salju putih di gunung.

DSC_0003

Pepohonan di sekitar Lake Gunn

Lake Gunn

Lake Gunn

Jernihnya Lake Gunn

Jernihnya Lake Gunn

Lake Gunn

Lake Gunn

DSC_0010

Hutan hutan hutan, pohon ding :-D

Berjemur

Danau pribadi

B2, Transit dan Sydney Airport

20141224_100348

Apa yang akan kamu lakukan saat transit di bandara tersibuk nomor 1 di Australia dalam waktu 8-9 jam? Mungkin kamu akan menyempatkan untuk keluar dari bandara dan melakukan perjalanan ke pusat kota Sydney dalam waktu seharian. Tadinya rencana saya juga begitu, tapiii karena udah tepar 15 hari di jalan maka saya mengurungkan niat saya. Saya sempat galau lumayan lama setelah turun dari pesawat Air New Zealand yang telah membawa saya ke Sydney International Airport pagi itu. Setelah keluar dari pesawat, hal pertama yang saya lakukan adalah mengambil brosur The Official Sydney Guide English Edition, kemudian saya masuk ke toilet wanita ikutan antri diantara para emak-emak bule.

Sambil ngantri saya sambil mikir, kira-kira kalo transit selama ini saya mau ngapain yak, kelayapan, enggak, kelayapan, enggak, au ahh. Tibalah akhirnya giliran saya masuk ke dalam bilik toilet, duilehh yang ini mah gak perlu sampe diceritain kali ya. Setelah keluar dari toilet di bandara saya duduk-duduk dulu di kursi di depan toilet sambil liatin brosur dan mikir, setelah memantapkan diri akhirnya saya memutuskan untuk menuju antrian pemeriksaan keimigrasian. Antrian saat itu lumayan panjang kayak gerbong kereta komuter line jurusan duri – tangerang. Ucluk-ucluk saya bejalan menuju loket pemeriksaan imigrasi dan timbulah percakapan dengan abang imigrasi yang lumayan lama. Kira-kira percakapannya begini

Abang imigrasi : “Mau ke mana, ngapain dan berapa lama?” *bolak balik lembar halaman paspor sambil ngecek arrival card*
Saya : Ihh kamu kepo deh Mo ke Sydney, transit, 3 jam”
AI : “Hahhh mau ngapain 3 jam di Sydney, emang sempet!?” *sambil coret arrival card saya menuliskan kata TRANSIT*
Saya : Mo jalan-jalan aja ngebunuh waktu Kagaaaak, gw transit 8 jam tauk! Nihh boarding pass flight gw yang ke-2, gw mau jalan-jalan liat-liat Sydney” *sodorin boarding pass didepan mata birunya*
AI : “Ohhhh, kirain cuma 3 jam. Penerbangan lanjutan ke mana?”
Saya : “Denpasar”
AI : “Ok, gw juga bakalan ngelakuin hal yang sama kalo gw jadi lo” *sok akrab pake lo gue hahaha

Setelah keluar dari pemeriksaan imigrasi maka saya celingak-celinguk keluar berharap ada seseorang yang telah menunggu saya di pintu keluar, saya Cuma bisa menghela napas karena nggak ada orang yang nungguin saya. Siapa juga yang mau nyariin saya lha wong gak ada kenalan di Sydney haha. Saya berjalan tergopoh-gopoh sambil menggendong ransel yang beratnya segambreng sambil berusaha mengingat perubahan yang terjadi pada bandara Sydney sejak terakhir kali ke sana 1 tahun sebelumnya. Lho kok beda bandaranya, oh iyaa yang dulu itu kan terminal domestic, bukan internasional haha.

Setelah keluar dari bandara saya disambut oleh seonggok mahluk ijo berukuran tinggi gede, bukaan, itu bukan hulk, tapi pohon natal yang sangaaaat indah. Saat itu tepat 1 hari sebelum natal, segala macam pernak-pernik natal menghias seantero terminal kedatangan dengan meriah. Bandara saat itu ramai, ramai dengan orang-orang yang siap-siap mau mudik. Emang di Indonesia aja yang pada mudik.

Pohon natal gede banget

Pohon natal gede banget

Udara di Sydney kebalikan dari di balahan bumi bagian utara yang sedang diselimuti salju, bulan Desember merupakan musim panas di Australia, namun walaupun lagi summer tetep aja adem, seadem hatikuuu *Eaaaaa

Saya berdiam diri di depan pohon natal hanya memandang tanpa berkata apa-apa karena emang nggak ada teman ngobrol. Saya masih aja mikir kepengen ke city atau enggak, saya capek banget dan badan saya udah nggak kuat diajak kelayapan lagi. Toh udah pernah ke Sydney juga, kalo nggak kelayapan seharian ini juga nggak rugi. Setelah berubah pikiran maka saya kembali masuk ke dalam terminal kedatangan dan duduk cantik di bangku panjang yang disediakan di dalam terminal kedatangan. Saya duduk nggak jelas sambil mengamati orang-orang yang lewat. Di sebelah kanan saya saat itu ada keluarga Korea yang terdiri dari ayah, ibu dan 2 anak yang seumuran saya (kali). Mereka asik ngobrol satu sama lain dengan menggunakan bahasa korea sementara saya nguping pembicaraan mereka sambil tersenyum, aku ngerti lho apa yang lagi kalian omongin hahhaa, rasanya pengen nimbrung dan ikutan bercengkrama dengan mereka. Kemudian mereka pun pergi, dan ilang deh tontonan saya. Gak lama kemudian datanglah sepasang sejoli yang sedang berdiri di hadapan saya dan ciuman dengan mesra. Duhhhh kok ya pas banget sih berdirinya di depan saya *tutup muka pake tangan*

Setelah puas mengamati orang yang berlalu lalang di hadapan saya maka saya pun beranjak dari kursi dan mondar-mandir di terminal kedatangan cariin KFC. Duhh bandara segede ini masak nggak ada KFC sih, saya cuma pengen makan ayam goreng dan kentang, udah itu doang. Maag saya kambuh pas lagi transit di Sydney dan saya emang belum makan apapun seharian. Saya Cuma nemuin McD dan kafe kecil lain di terminal kedatangan. Berharap dapat menemukan gerai KFC maka saya pun memutuskan untuk kembali masuk ke dalam terminal keberangkatan dan sekali lagi harus melewati pemeriksaan custom. Kereeen, dalam sehari saya ngelewatin 3 kali pemeriksaan imigrasi. Dan entah kenapa tiap lewatin pemeriksaan imigrasi saya selalu deg-degan, ngeri aja gitu haha.

Saya baru inget kalo mau keluar dari Australia kita kudu ngisi lembaran khusus yang harus diserahkan kepada petugas imigrasi saat mereka melakukan pengecekan paspor, karu keberangkatan namanya. Pas saya lagi asik ngisi ada mas-mas bule nanyain salah satu form isian di kartu keberangkatan. Dari situ kami ngobrol sampai ke pemeriksaan x-ray. Antrian pemeriksaan paspor di loket imigrasi buanyak banget, banyaknya itu pake banget banget banget. Saya udah nggak kuat gendong ransel dan akhirnya naro ransel di lantai sambil saya seret-seret.

Setelah melewati pemeriksaan imi, kami masih harus melewati pemeriksaan bagasi. Saya sambil nenteng botol minum Tupperware berisi air putih penuh dan maen mata sama om petugas custom, maksudnya nanya ni air mo dibuang ke mana gitu, kan sayang botolnya haha.

Setelah sukses melewati custom dan berpisah dengan cowok amerika, saya pun mondar-mandir nyari tempat makan yang bisa mengganjal lapar. Perut saya rasanya udah teriak minta diisi, maag kambuh gak karuan. Udah capek mondar-mandir di bandara saya pun melipir ke restoran jepang dan memesan makanan yang keliatannya cocok dengan lidah saya. Eh tapi harganya beda lho, ada harga karyawan khusus bandara dan ada harga buat umum. Saya pesen Chicken Curry dan dapet bonus kue yang namanya gak tau, bentuknya mirip-mirip kayak pastel. Sambil menunggu pesanan saya sibuk melihat chef-nya memotong ikan julung-julung tipis-tipis.

Mengamati chef bekerja

Mengamati chef bekerja

Puas liatin chefnya masak, maka saya pun pindah ke meja yang saya incer yang udah kosong. Sekarang saya sibuk mengamati orang yang berlalu lalang dan pas di hadapan saya di arah jam 12 ada mas-mas yang kecehh, keliatannya dia eksekutif muda yang sedang dalam perjalanan bisnis, sok tau yak, saya liatin aja dah dia haha.

Gak lama kemudian pesanan saya tiba dan saya makan dengan lahap, nyam nyam nyam. Sambil makan makanan tambahan saya ngerasa nggak tenang, ini apa yak kok uenak bangett! Sambil ngunyah saya sambil nanya mbak-mbak pegawainya yang orang jepang atau cina yang lewat disamping saya. “Mbak, ini apa yak?” Kemudian dia menjawab dengan santai, “Pork!” Wooot!!

Chicken Katsu Curry bonus cemilan 2 biji :-D

Chicken Katsu Curry bonus cemilan 2 biji :-D

Masih tersisa satu setengah lagi, mau dimakan juga nggak mungkin, yaudah gak dilanjutin lagi  makannya. Lagian maagnya juga udah kambuh, mau makan banyak atau sedikit nggak ngaruh. Ternyata daging b2 itu enak ya hehe.

Kemakan setengah doang gpp kan

Kemakan setengah doang gpp kan

Ini bukan kali pertama saya gak sengaja kemakan b2, waktu kelayapan ke Korea dan Brisbane juga sepertinya saya nggak sengaja kemakan b2. Abisan saya nggak tau dan saya kelaperan kalo bener-bener makan yang halalan toyyiba. Yang penting kan nggak ada b2, walaupun wajannya bekas ngolah masakan dari b2 gpp kali ya xixi. Makanya setiap traveling saya selalu jaga-jaga kalo jajan, sebisa mungkin saya cari penginapan yang ada fasilitas dapurnya supaya bisa masak sendiri dan ngerasa aman. Tapi kalo gak memungkinkan dan kudu makan di luar, pertanyaan pertama yang saya tanyakan adalah, “Ini daging apa?” . Udah hati-hati ehhh kecolongan juga dah :-D

Hampir sebagian besar restoran di New Zealand juga menyajikan daging b2, kalo mo makan agak-agak nggak tenang juga sih, tapi saya lapar gimana dong. Paling aman makan KFC, menurut saya sih. Cuma saya nggak nemu KFC waktu di bandara, kalo McD melimpah tapi McD di luar negeri nggak jual ayam goreng cinnn, lein kali saya mendingan makan roti aja dah. Ribet yah jalan-jalan sama saya hahaha.

Kelar makan saya nyari oleh-oleh di duty free shop kemudian dilanjutkan dengan mencari sofa yang nyaman dan ndelosor di sofa sambil liatin jadwal keberangkatan pesawat ke-2 saya. Transitnya masih lama bangettt, saya sibuk mainan hp buat ngusir rasa bosan.

Jadwal keberangkatan

Jadwal keberangkatan

Jadwal keberangkatan

Jadwal keberangkatan

Setelah 7 jam-an menunggu akhirnya saya memutuskan berjalan kaki menuju gate (lupa) supaya lebih dekat. Sebelum naik ke pesawat  Virgin Australia Airlines yang akan membawa saya ke Denpasar, saya menyempatkan diri untuk kembali foto pesawat Air New Zealand di sebelah Virgin Australia Airlines. See you New Zealand, kia ora Denpasar!

Pesawat ke New Zealand

Air New Zealand

*Foto diambil bukan dengan i-phone 6, ora nduwe, pake Samsung Galaxy Ace 2 butut punya saya yang udah berumur 3 tahun :-D

Sakau Jalan-jalan

The Birds and Campervan in Te Anau

The Birds and Campervan in Te Anau

Liat foto ini inget waktu baru tiba di Te Anau, New Zealand. Setelah memarkir mobil di hostel, saya jalan-jalan di depan danau di sekitaran hostel dan liat satu keluarga yang lagi main-main sama burung ini. Anak kecilnya lari-larian sampe burung-burung beterbangan. Ah saya merindukan jalan-jalan.

Liburan, liburan, liburan, itulah yang sedang ada di benak saya saat ini. 6 bulan sudah saya menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan seperti biasanya. Berbeda dengan tahun 2015 lalu, saya masih menyempatkan untuk melakukan perjalanan ke tempat yang seru. Tahun ini udah hampir memasuki bulan ke 7 dan saya sama sekali belum ke mana-mana, rasanya itu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Saya sakau jalan-jalan, sodara-sodara!

Saya bukannya lagi nahan diri jalan-jalan tapi saya lagi menahan diri gak jajan dan ngeluarin duit sama sekali kecuali buat bertahan hidup. Sepatu saya yang jebol aja belum diganti yang baru, duhh segitunya yak haha. Saya masih harus nabung sampai 3 bulan ke depan buat melengkapi persyaratan visa yang paling rese yaitu rekening koran 3 bulan terakhir, I hate this part. Bagian ngumpulin bahan buat apply visa sih saya suka, cuma nominal di rekening koran ini nya yang bikin saya stress. Ya keleus budget terbatas nekad jalan-jalan, disitu kadang saya merasa sedihhhh. Beneran sedih karena harus berpikir keras mau minjem duit siapa lagi buat diendapin di rekening hahha.

Belakangan ini saya lagi sibuk browsing websitenya booking dot com, hostelworld dot com, airbnb dot com buat ngebandingin akomodasi yang paling masuk ke budget saya. Beberapa kali berkirim pesan dengan beberapa host airbnb tapi sampai saat ini saya belum memutuskan mau nginep di mana. Pas lagi cerita-cerita kalo saya mau nyoba nginep di rumah orang, ehh saya ditakut-takutin kakak saya, hati-hati lho nginep di rumah pembunuh berdarah dingin mwahahaha. Gilak yaa, kebanyakan nonton horror tuh efeknya bisa jadi kayak gitu. Eh tapi ya kalo dipikir-pikir, kemungkinan itu ada ya, hiyyyy amit-amit jangan sampe. Tapi setelah browsing sana-sini banyakan review positif kok daripada negatif.

Nah sekarang saya mau ngayal lagi, liburan menyenangkan versi saya adalah liburan yang spontan nggak pake direncanain kayak liburannya Mr. Bean yang menangin undian jalan-jalan ke Cannes, Perancis. Sebenarnya liburannya dia udah diatur penyelenggara undian kali ya, cuma dianya aja yang sial mulu haha. Saya masih aja suka nonton Mr. Bean’s Holiday, banyak kebodohan dan kecerobohan yang terjadi pada perjalanannya Mr. Bean ke Cannes. Dari kecerobohan itu justru mewarnai setiap perjalanannya. Saya tuh pengennya jalan-jalan kayak gitu, nggak usah kebanyakan mikir, jalan aja terserah kaki mau melangkah ke mana. Tapi kalo nggak booking penginapan, bus, kereta, pesawat dari jauh-jauh hari jatohnya mahall. Lagi-lagi ngomongin duit..

Tahapan yang sekarang sedang saya hadapi adalah tahap mencari dan menentukan penginapan, seandainya saja saya bisa bepergian tanpa harus booking penginapan, terserah mau nginep di mana dan bebas tidur di mana saja. Kalo tahan dinginnya udara malam dan bisa tidur beralaskan rumput dan beratapkan taburan cahaya bintang tanpa ada binatang buas sih enak ya. Hayo di mana coba tempat yang bisa beginian. Saya lagi pusing nyari penginapan buat ketentraman hati dan persyaratan mengajukan aplikasi visa.

Waktu ke solo trip ke Korea Selatan saya nggak menjalankan agenda perjalanan saya sesuai dengan itinerary yang saya buat sebelumnya. Saya menginap di hostel sampai batas waktu yang tidak saya tentukan, setiap hari saya perpanjang terus aja, sampai-sampai pemiliknya cerewetin saya terus nanyain tinggal sampe kapan.  Kalo betah ya terus di sana, kalo ga betah ya tinggal cabut, gitu aja repot. Pemilik hostelnya agak-agak galak juga, kok saya betah ya tinggal di sana. Enaknya jalan-jalan sendiri itu bisa suka-suka gue, nggak ada yang ngatur dan nggak perlu toleransi sama teman jalan, egois ya saya hehe.

Waktu kelayapan ke Bromo beberapa tahun yang lalu, saya dan kakak saya berangkat ke Bromo tanpa persiapan apa-apa. Saat itu momennya pas tahun baru di mana sebagian besar penginapan terisi penuh, dengan bermodalkan print-an nomer telepon dan alamat penginapan kami nekad berangkat ke stasiun Surabaya dengan menggunakan kereta malam. Itu kali kedua saya kelayapan dalam sejarah per-traveling-an saya. Tanpa diduga perjalanan yang hanya sekedar nekad itu malah memberikan banyak kesan.

Sekarang saya lagi mikir mau nginep di hostel atau di rumah orang (airbnb), kalo traveler bebas  memang lebih cocok nginep di hostel supaya bisa dapet teman baru, kali aja bisa diajak jalan bareng dan nongkrong kayak waktu di Gyeongju. Tapi seiring bertambahnya usia, ceilehh, saya sekarang kok malah mikirin kenyamanan. Pengennya tidur di kamar private dengan fasilitas kamar mandi dalam, tapi kok ya mihil. Mau nggak mau balik lagi nginep di hostel kamar rame-rame. Saya juga mau balik lagi nyari penginapan termurah. Pokoknya mah semua harus serba murah, kalo bisa gratisan.

Saya pengen banget jalan-jalan sekeluarga ke tempat yang seru, selama ini saya selalu jalan-jalan sendirian dan meninggalkan orang tua saya di rumah. Pengen ngajak jalan-jalan tapi masalahnya ibu saya nggak suka jalan-jalan, baru diajak ke PRJ sama anak-anaknya aja udah ngeluh capek, yang ada saya kan bingung yak. Nggak usah jauh-jauh, ajak aja jalan-jalan ke ragunan rame-rame, coba dari yang dekat-dekat dulu.

3 minggu lagi kita lebaran, lebaran atau liburan? Sudahkah kamu merencanakan perjalanan mudik atau liburan seru dengan keluarga.

Berburu Tiket Pesawat Gratisan

Air Asia

Air Asia

Judulnyaaaa, menggiurkan bukan?? Semaleman saya nggak tidur ngoprekin websitenya Air Asia sampe jam 5 subuh. 2 hari yang lalu waktu lagi ngecek email saya dapet newsletter dari AA kalo tanggal 21 bakalan ada promo 24 Hours Ramadhan Big Sale. Sebenernya tujuan saya buka website ini adalah buat nyari tiket sekali jalan CGK-KUL buat 3 bulan lagi tapi saya malah gagal fokus.

Kenapa nggak ada tiket 0 poin ke Australia atau Jepang?

Pas liat ini malah penasaran ngoprekin tiket Rp 0. Eh tapi kenapa nggak ada tiket 0 ke Australia atau Jepang?

Saya bukannya beli tiket yang dicari malah dapet tiket ‘gratis’ ke Kuala Lumpur buat keberangkatan akhir april sampe awal mei tahun depan. Saya belum tau juga mau ke mana  dari Kuala Lumpur, masih belom jelas. Pas banget kan di bulan Mei nanti ada 2 tanggal merah berturut-turut jadi saya bisa ambil cuti 3 hari dan liburan panjang.

Tiket taun depan

Tiket suka-suka taun depan

Lebih murah daripada ongkos taksi Tangerang-Kuningan pp

Lebih murah daripada ongkos taksi Tangerang-Kuningan pp (400 rebu)

Dari Kuala Lumpur saya masih belum tau mau ke mana lagi. Kalo ada tiket ‘murah’ ke Melbourne atau Sydney mungkin saya bakalan ke sana, atau kalo yang paling murah ada yang buat rute ke Osaka atau Narita atau Haneda atau Busan atau Hanoi atau Siem Reap, mungkin saya akan ke sana. Kalo ada tiket promo ke Paris!?? Nggaaak, saya nggak bakalan beliii. Astagaaa katanya mau berhenti traveling dan mulai memperbaiki kondisi keuangan masa depan, saya hilaf. Eh tapi kalo liat ginian siapa sih yang nggak tergoda???

Tiket gratis ke Vietnam

Tiket gratis ke Vietnam, gak jadi beli

Selain tiket buat saya sendiri, saya juga dapet tiket buat 4 orang. Rencananya saya mau liburan bareng krucil-krucil (bukan anak saya yaa) ke Kuala Lumpur, tadinya mau nyari tiket buat ke Siem Riep atau Ho Chi Minh City, dapet sih tiket berangkatnya cuma 500 rebu buat ber-4 dari KUL tapi tiket pulangnya mahal, maka saya pun berubah pikiran. Bocah-bocah ini antusias kalo ngedengerin cerita perjalanan saya kalo pulang jalan-jalan, mereka belum pernah naik pesawat dan liburan ke luar negeri. Sebagai bulek yang baik maka saya akan mengajak mereka melihat dunia tapi jangan jauh-jauh, nggak kuat bayar tiketnya haha. Kebayang kalo saya udah menikah dan punya anak, saya bakalan jadi ibu yang pelit tapi bijak. Saya nggak ngasih uang jajan ke anak-anak saya, saya nggak ngajarin konsumtif dengan membeli banyak mainan atau jajanan, yang ada saya bakalan ngajarin buat rajin belajar dan rajin menabung, kalo celengannya udah penuh dan dapet ranking 1 nanti ibu cariin beasiswa di luar negeri ajakin liburan ke luar kota hhaaha. Astagaahhhhh :-D

Tiket Liburan buat 4 orang

Tiket Liburan buat 4 orang

Ini murah apa mahal? Saya beli dengan ngeredeem poin BIG saya yang cuma 0 biji. Airport tax Soekarno Hatta Airport 150 rebu dikali 4 orang, ditambah airport tax KLIA2, pajak bandara, dan yang paling mahal adalah processing fee perorang 54 rebu. Berarti saat check in di terminal 3 bandara Soekarno Hatta udah nggak perlu bayar airport tax yang 150 rebu itu lagi kan? Atau masih harus bayar?

Saya mau jadi smart traveler dengan tidak boros saat melakukan perjalanan. Lha tapi yang namanya jalan-jalan pasti ngeluarin duit kan ya. Entahlah, untuk saat ini saya lagi menikmati dunia kelayapan :-)

Berburu Tiket Bus Murah

20141212_073443

Helloooo, udah hari pertama puasa nihh hehe. Sebelumnya saya mo ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa buat temen-temen yang menjalankannya, kurang dari 1 jam lagi kita buka puasa dan sampe jam segini saya masih di kantor dong. Hari pertama puasa ini saya semangat banget, dari pagi sampe sore nggak berhenti kerja, bahkan sampe ngelembur. Semua itu demi apaaaa? Demi tiket bus murah hahaha..

Jadi ceritanya saya lagi iseng-iseng nih bikin itinerary ke Eropa kali aja suatu saat saya ke sana beneran, amiiin! Setelah saya googling sana-sini, ternyata biaya perjalanan di Eropa itu jauh lebih mahal daripada di New Zealand. Emang sih tiket ke Yuropnya jauh lebih murah daripada tiket pesawat ke New Zealand, tapi biaya hidupnya yang nggak nahan.

Saya sampe nggak bisa tidur lho beberapa hari yang lalu sering browsing dan begadang liatin tiket promo ke Eropa. Pas lagi mampir ke blog orang saya malah nyasar ke websitenya megabus. Percaya nggak sih ada tiket bus antar negara yang harganya cuma 1 Euro doang, uwowww!! Dari Paris ke Amsterdam (melewati Antwerp) cuma 16 rebu?! Perjalanannya sendiri memakan waktu 7-8 jam. Saya nggak tau mau ke mana padahal, kali aja saya mau ke Antwerp atau mau ke Amsterdam, kaliii, belom tau dah.. Ngayal dulu boleh yaa :-D

coba tolong diterjemahin *cari kamus*

coba tolong diterjemahin *cari kamus*

Paling enak sih berangkatnya malam, jadi hemat biaya hostel. Tapi kalo nemu tiket 1 Euro atau 1 Pound yang jamnya sore dan sampenya malem gimana? Masak mau nongkrong di luar etalase Red Light District nungguin pagi saking nggak mampunya bayar hostel, hiiyy. Pokoknya mah judulnya jalan-jalan sehemat mungkin, bukannya karena mau gaya-gayaan traveling ala backpacker hemat tapi emang karena nggak punya duit hhahaha.

Tiket megabus dalam kurs pound

Tiket megabus dalam kurs pound

Setelah diklik lebih lanjut didapatkan harga ini

ini beneran?

ini beneran?

Rute yang dilalui

Rute yang dilalui

Sekarang yang jadi masalah adalah, kalo seandainya saya ke Eropa beneran, saya nggak belum tau mau ke mana dan ngapain. Oh iya, hostelnya belom dipikirin. Harga hostel di Paris dan Amsterdam mahal-mahal banget yak, masak permalam harganya 500 rebuan, itu padahal mix dorm banyak kasur lagi, uwowwww. Kalo perginya cuma 5 hari sampe 1 minggu sih masih mampu, kalo sampe 20 hari di sana lumayan juga ya. *sesek napas* Di New Zealand cuma 350 rebu doang hostelnya, lagi-lagi saya paling demen ngebandingin harga, susah move on hahhaha.  Kalo ke sana beneran, kira-kira ada yang bersedia diajak kopi darat nggak yaaa? atau ditumpangi rumahnya mwahahaha, nggak ding. Kopi darat nyok!

Kalian ada yang punya pengalaman naik megabus nggak? Beneran harga tiketnya segini?

13 menit lagi buka puasa, selamat menunggu buka puasa teman-teman :-)

Nggak Bete Lagi

Te Anau

Te Anau

Kemaren seharian saya uring-uringan kepengen marah-marah seharian, gak tau kenapa tiba-tiba saya stress banget. Satu hal kecil yang nggak menyenangkan buat saya bisa membuat mood saya berubah padahal nggak lagi pms, gawat banget yak haha. Kalo lagi jenuh saya harus liatin foto-foto yang menyegarkan mata, dan musik yang menyenangkan. Saya lagi bosen ngedengerin lagu-lagu di chart Top 40, harus dengerin sesuatu yang beda.

Trus buat ngilangin rasa suntuk dan jenuh pas pulang kerja kemarin saya meluncur ke bioskop, haahhh saya butuh hiburan secepatnya. Pas turun dari bus saya langsung nyebrang dan masup ke dalam mall, mampir dulu ke breadtalk buat beli cemilan, bawa bekel sendiri gitu supaya gak kelaperan hihi. Pas beli tiket saya sempat telat 10 menitan tapi masih kekejar sih.

Pilihan saya sore itu jatuh pada film Jurassic World, dan  pas masup ke dalam studio 1 sebagian besar bangku terisi penuh. Untunglah ada 1 kursi kosong di tengah-tengah jadi saya bisa nyempil ke situ. Yang agak bikin risih tu pasangan yang duduk di sebelah kiri saya, lengket bener kayak prangko hhaha, sedangkan yang di sebelah kanan saya keluarga ibu dan anak-anak. Saya sih asik-asik aja nonton sendirian.

Kalo ada Theme Park yang ngejual atraksi  segala jenis dinosaurus saya nggak bakalan berani dateng ke sana walaupun dikasih tiket gratisan. Keren sih tapi… makasih deh hihi.

Abang gojek

Abang ojek ganteng siap mengantarkan raptor ke rumah anda (foto dari http://www.flickeringmyth.com/2015/05/chris-pratt-introduces-his-pack-of-raptors-in-jurassic-world-tv-spot.html )

Hari ini saya nggak bete lagi, saya udah kembali semangat seperti biasa setelah ngedengerin lagu ini sambil kerja :-)